www.AlvinAdam.com

Berita 24 Banten

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Perempuan Pertama Asal Banten Penerima Penghargaan Bintang ...

Posted by On 13.37

Perempuan Pertama Asal Banten Penerima Penghargaan Bintang ...

Foto istimewa

SERANG â€" Tak banyak orang yang mengenal nama Erna Djajadiningrat. Padahal Putri ketiga dari Bupati Serang RAA Achmad Djajadiningrat ini memiliki peran dalam kemerdekaan Bangsa Indonesia. Perempuan kelahiran Serang, Banten, 4 Maret 1911 ini tercatat sebagai perempuan pertama yang menerima penghargaan Bintang Gerilya berkat jasanya selama perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Panglima Siliwangi Kolonel Sadikin pada peringatan HUT TNI ke-4 tanggal 5 Oktober 1949 di Markas Divisi Siliwangi, Bandung.

“Dia memberi makan para pejuang di garis depan dan membebaskan para pejuang y ang ditahan,” tulis Nur Janti di www.historia.id.

Koesalah Soebagyo Toer dalam buku catatan pribadi ‘Pramoedya Ananta Toer dari Dekat Sekali’ menceritakan bahwa saat dipenjara kolonial Belanda, Pram kerap membeli buku-buku lewat Erna Djajadiningrat dari Komite Korban Perang.

“Di penjara Belanda itu bebas sekali. Perpustakaan ada. Buku boleh masuk. Malah majalah dan koran Republik boleh masuk. Aku belajar ekonomi di sana.

Kalau dipekerjakan, dapat upah sejam delapan sen. Sehari kerja tiga jam, jadi dapat 24 sen. Dengan uang itu bisa beli buku-buku lewat Komite Korban Perang. Yang biasa datang Erna Djajadiningrat. Komite itu dibentuk atas inisiatif mastarakat, tidak berpihak, semata-mata untuk kebutuhan kemanusiaan,” tutur Pram kepada Koesalah.

Erna mengenyam pendidikan sekolah dasar Europeesche Lagere School, sekolah menengah Hogere Burger School, dan Middelbare Huishouds School (Sekolah Kesejahteraan Keluarga). Ensiklopedi Sunda menyebutkan bahw a meski keluarga bangsawan, Erna dekat dengan rakyat kecil. Mendapat pendidikan agama Islam yang mendalam dan mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi.

Setelah menamatkan sekolahnya, Erna menjadi guru di Van Deventer School di Solo, Jawa Tengah. Di luar waktu mengajar, dia aktif di berbagai kegiatan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Pada Oktober 1945, Erna bersama Suwarni Pringgodigdo dan Maria Ullfah mendirikan organisasi Wani (Wanita Indonesia) di Jakarta. Dalam bahasa Sunda dan Jawa, wani artinya berani.

Menurut buku Seperempat Abad Badan Penghubung Organisasi-organisasi Wanita (BPOW) DKI Jakarta, Erna bertugas di dapur umum Wani bersama Maria Ullfah dan Ibu Subari, mula-mula di Jalan Mampang 47 kemudian pindah ke Pegangsaan Timur 19. Dapur umum menghimpun bahan makanan seperti ikan asin, rokok, daging kering, gula, kopi, beras dan lain sebagainya. Bahan-bahan makanan ini kemudian dikirim ke garis depan. Permintaan pakaian sera gam ditangani bagian penjahit. Biasanya dikirimkan ke garis depan bersama dengan pengiriman makanan. Anggota Barisan Putri Indonesia dan ibu-ibu pekerja di kantor-kantor membantu mengumpulkan bahan-bahan makanan dan mengirimkannya ke garis depan.

“Dapur umum Wani menyediakan makanan nasi bungkus untuk beratus-ratus orang dari Badan Keamanan Rakyat, Polisi Umum, dan Jawatan Kereta Api,” tulis Rosihan Anwar dalam Sejarah Kecil “Petite Histoire” Indonesia Volume 3. (ink/red)

Terkait

Sumber: Google News | Berita 24 Banten

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »