www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Penyelundup 1 Ton Sabu Jadikan Wanita Indonesia sebagai ...

Posted by On 17.45

Penyelundup 1 Ton Sabu Jadikan Wanita Indonesia sebagai ...

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam sidang kasus penyelundupan satu ton sabu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018), terungkap sosok seorang perempuan yang membantu tiga terdakwa asal Taiwan selama di Indonesia.

"Awalnya saksi atas nama Siti Komala Sari atau Mala kenal dengan terdakwa Li Ming Hui yang tewas ditindak, lewat WeChat," kata Bripka M Sanudin, anggota Ditresnarkoba Polda Metro Jaya yang menangkap para terdakwa.

Dalam percakapan di WeChat, Mala ditawari Li Ming Hui untuk memandu dia dan rekan-rekannya selama di Jakarta. Li Ming Hui tidak mengungkapkan soal bisnis haramnya menyelundupkan sabu. Ia memberi tahu Mala bahwa dia tengah berlibur.

"Si Mala ini yang menyewakan terdakwa dua mobil Innova hitam dan silver untuk mengangkut sabu," ujar Sanudin.

Baca juga : Sidang Kasus Sabu 1 Ton, Hakim Sarankan Polisi Bisa Ber bahasa Mandarin

Sanudin juga mengatakan, pihaknya sempat membuntuti Mala karena mencurigai dia merupakan bagian dari komplotan. Setelah diselidiki, Mala rupanya tak tahu ia sedang memfasilitasi sindikat penyelundup narkoba.

"Di tempat makan kami nggak tahu itu siapa, kami ikuti terus, di warung kami pemantauan terus tahu dia komunikasi berbahasa Indonesia," ujar Sanudin.

Petugas Polda Metro Jaya meminta dua tersangka penyelundup sabu 1 ton Liau Guan Yu (kedua kiri) dan Hsu Yung Li (kedua kanan) untuk memperagakan rangkaian kejahatan saat rekonstruksi di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (3/8). Pada rekonstruksi tersebut polisi menghadirkan tiga tersangka hidup dan dua tersangka yang tewas yang perannya digantikan polisi dengan 16 adegan yang kesemua adegan merupakan pertemuan para tersangka setibanya di Indonesia pada 4 Juni 2017.    ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ama/17ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL Petugas Polda Metro Jaya meminta dua tersangka penyelundup sabu 1 ton Liau Guan Yu (kedua kiri) dan Hsu Yung Li (kedua kanan) untuk memperagakan rangkaian kejahatan saat rekonstruksi di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (3/8). Pada rekonstruksi tersebut polisi menghadirkan tiga tersangka hidup dan dua tersangka yang tewas yang perannya digantikan polisi dengan 16 adegan yang kesemua adegan merupakan pertemuan para tersangka setibanya di Indonesia pada 4 Juni 2017. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ama/17Majelis hakim meminta agar Mala dan pemilik tempat penyewaan mobil di Tanah Abang, Jakarta Pusat, dihadirkan sebagai saksi dalam sidang berikutnya.

Delapan warga Taiwan jadi terdakwa dalam kasus itu. Lima di antaranya berperan sebagai awak kapal Wanderlust yang mengantar sabu ke Anyer, Banten. Tiga orang lainnya ditangkap saat membawa sabu dalam mobil pada 13 Juli 2017.

Mereka kini didakwa dengan pasal 114 juncto pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Berita Terkait

Sidang Kasus Sabu 1 Ton, Hakim Sarankan Polisi Bisa Berbahasa Mandarin

Tak Tahu ke Mana Sabu 1 Ton Akan Diedarkan, Saksi Polisi Ditegur Hakim

3 Januari, Sidang Perdana Kasus Penyelundupan Sabu 1 Ton Digelar

Penyelundup Sabu 1 Ton Manfaatkan WNI sebagai Sopir dan Penerjemah

Penyelundup Sabu 1 Ton Mengaku Dapat Upah hingga Rp 430 Juta

Terkini Lainnya

Ketua DPR Bambang Soestayo Vs Representasi Slogan 'Golkar Bersih'

Ketua DPR Bambang Soestayo Vs Representasi Slogan "Golkar Bersih"

Nasional 16/01/2018, 08:43 WIB Trump Puji Upaya Qatar Melawan Terorisme

Trump Puji Upaya Qatar Melawan Terorisme

Internasional 16/01/2018, 08:36 WIB Jokowi: Pesan Saya, Uang PKH untuk Gizi Anak dan Ibu Hamil

Jokowi: Pesan Saya, Uang PKH untuk Gizi Anak dan Ibu Hamil

Regional 16/01/2018, 08:29 WIB Sudah Ada 3000 Kartu OK Otrip yang Beredar untuk Masyarakat Jakarta

Sudah Ada 3000 Kartu OK Otrip yang Beredar untuk Masyarakat Jakarta

Megapolitan 16/01/2018, 08:29 WIB Gus Ipul: Semua Biaya Terukur, Itu Bukan Mahar Politik

Gus Ipul: Semua Biaya Terukur, Itu Bukan Mahar Politik

Regional 16/01/2018, 08:19 WIB Tolak Damai, Kubu Sudding Bakal Gelar Munaslub    Lengserkan Oesman Sapta

Tolak Damai, Kubu Sudding Bakal Gelar Munaslub Lengserkan Oesman Sapta

Nasional 16/01/2018, 08:18 WIB Ambrolnya Mezanin BEI, Perkantoran Mewah Markas Perusahaan Bonafide

Ambrolnya Mezanin BEI, Perkantoran Mewah Markas Perusahaan Bonafide

Megapolitan 16/01/2018, 08:11 WIB Mesin Alami Lonjakan Kecepatan Jadi Penyebab Pesawat Turki Tergelincir

Mesin Alami Lonjakan Kecepatan Jadi Penyebab Pesawat Turki Tergelincir

Internasional 16/01/2018, 08:10 WIB Tak Etis Polisi Bisa Kembali ke Polri jika Gagal    Jadi Peserta Pilkada

Tak Etis Polisi Bisa Kembali ke Polri jika Gagal Jadi Peserta Pilkada

Nasional 16/01/2018, 08:09 WIB Sudirman Said: Impor Beras Bukan Solusi, Itu Malas Cari Jalan Keluar

Sudirman Said: Impor Beras Bukan Solusi, Itu Malas Cari Jalan Keluar

Regional 16/01/2018, 08:09 WIB Berita Terpopuler: 'Keajaiban' di Trabzon, hingga Negosiasi Pembebasan Pangeran Alwaleed

Berita Terpopuler: "Keajaiban" di Trabzon, hingga Negosiasi Pembebasan Pangeran Alwaleed

Internasional 16/01/2018, 07:33 WIB Jokowi Hormati Penunjukan Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR

Jokowi Hormati Penunjukan Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR

Nasional 16/01/2018, 07:33 WIB PP dan Petunjuk Teknis Hukuman Kebiri Tinggal Ditandatangani Presiden

PP dan Petunjuk Teknis Hukuman Kebiri Tinggal Ditandatangani Presiden

Regional 16/01/2018, 07:06 WIB Masyarakat Adat Kurang Mendapatkan Perlindungan Hukum

Masyarakat Adat Kurang Mendapatkan Perlindungan Hukum

Nasional 16/01/2018, 07:01 WIB Mengubah Wajah Jakarta ala Anies-Sandi, dari Danau Gene   wa, Maldives, hingga Central Park

Mengubah Wajah Jakarta ala Anies-Sandi, dari Danau Genewa, Maldives, hingga Central Park

Megapolitan 16/01/2018, 07:00 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Banten

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »