www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

David Tobing: Harusnya Garuda Mengakui Saja Ada Kelalaian

Posted by On 00.19

David Tobing: Harusnya Garuda Mengakui Saja Ada Kelalaian

David Tobing: Harusnya Garuda Mengakui Saja Ada Kelalaian Reporter:

Tempo.co

Editor:

Lestantya R. Baskoro

Rabu, 4 April 2018 07:50 WIB
Seorang pilot berfoto bersama pesawat Boeing 747-400 yang tak lagi dioperasikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. di Cengkareng, Banten, 9 Oktober 2017. Pensiun ini, bersamaan dengan berakhirnya operasional penerbangan haji 1438 H tahun 2017. Tempo/Vindry Florentin.

Seorang pilot berfoto bersama pesawat Boeing 747-400 yang tak lagi dioperasikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. di Cengkareng, Banten, 9 Oktober 2017. Pensiun ini, bersamaan dengan berakhirnya operasional penerbangan haji 1438 H tahun 2017. Tempo/Vindry Florentin.

TEMPO.CO, Jakarta -Pengacara kasus-kasus publik, David Tobing, mengakui pihak Garuda memberikan air minum kepada penumpang saat pesawat mengalami keterlambatan. Tapi, menurut David, pemberian minuman itu setelah pesawat delay selama 30 menit sementara, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan, ketika keterlambatan lebih dari enam puluh menit, harus ada tambahan makanan ringan. “Ada air mineral, saya tidak ambil,” ujarnya. Menurut dia, minuman itu pun baru diberikan saat akan boarding dan diletakan di meja boarding kelas bisnis. “Sementara saya melalui meja boarding ekonomi,” kata David kepada Tempo.

Selasa, 3 April, David menggugat PT Garuda Indonesia ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. David menyatakan Garuda m elakukan perbuatan melawan hukum karena dirinya dirugikan, tidak diberi kompensasi makanan kecil atas keterlambatan keberangkatan penerbangan (flight delayed) selama 70 menit. David menunjuk dasar hukum gugatannya, Peraturan Menteri Perhubungan Indonesia No. 89 Tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia. Mengacu aturan itu, menurut David, mestinya ia mendapat kompensasi makanan ringan karena pesawat Garuda yang ia tumpangi mengalami keterlambatan lebih dari 60 menit.

Gugatan David bermula saat pesawat Garuda Indonesia GA152 yang akan ditumpanginya, pada 27 Maret, mengalami keterlambatan. Pesawat yang mestinya berangkat menuju Batam pukul 09.10 itu, menurut David, baru meninggalkan tempat parkir (apron) pasda pukul 10.20 WIB dan baru lepas landas (take-off) pada pukul 10.45. Menurut dia, Garuda telah lalai memberikan informasi yang benar dan jelas te ntang alasan keterlambatan penerbangan dan kepastian keberangkatan yang seharusnya diberitahukan kepada penumpang selambat-lambatnya 45 (empat puluh lima) menit sebelum jadwal keberangkatan. Garuda, katanya, telah nyata melakukan perbuatan melawan hukum.

Sebelumnya, mengomentari gugatan yang didaftarkan David ke Pengadilan, Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan menyatakan Garuda sudah memberikan kompensasi berupa minuman ringan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 89 tahun 2015.

Baca: David Tobing dan Kebiasaan Menyapu Jalan.

Ikhsan mengakui pesawat yang ditumpangi David Tobing, mengalami keterlambatan. Menurut dia, pesawat seharusnya terbang pada pukul 09.10. “Memang ada informasi perlu ada persiapan, sehingga kita sampaikan delay-nya sampai jam 10.00,” katanya. Berdasarkan peraturan menteri tersebut, ujar Ikhsan, keterlambatan 30 hingga 60 menit, maskapai wajib memberikan kompensasi berupa minuman ringan. Dia mengatakan Garuda menyediakan minuman ringan kepada seluruh penumpang.

Baca: Penjelasan Garuda tentang Gugatan David Tobing.

Terhadap pernyataan Garuda atas gugatannya tersebut, David menegaskan semestinya Garuda mengakui saja bahwa ada kelalaian. “Kalaupun tidak, saya siap membuktikan di pengadilan bahwa keterlambatannya melebihi 60 menit,” kata David.

LESTANTYA R. BASKORO

Terkait
  • Garuda Travel Fair 2018 Berikan Diskon Tiket 80 Persen

    Garuda Travel Fair 2018 Berikan Diskon Tiket 8 0 Persen

    5 hari lalu
  • Dongkrak Wisata Papua Barat, Garuda Buka Rute Jakarta-Sorong

    Dongkrak Wisata Papua Barat, Garuda Buka Rute Jakarta-Sorong

    23 hari lalu
  • Garuda Rugi USD 213 Juta pada 2017 akibat Denda dan Tax Amnesty

    Garuda Rugi USD 213 Juta pada 2017 akibat Denda dan Tax Amnesty

    36 hari lalu
  • Dorong Belanja Online, Citilink Gandeng JD.ID dan Aerofood Garuda

    Dorong Belanja Online, Citilink Gandeng JD.ID dan Aerofood Garuda

    40 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Kejaksaan Agung Tahan Dua Petinggi Bank Mandiri

    Kejaksaan Agung Tahan Dua Petinggi Bank Mandiri

    2 hari lalu
  • Hanung  tentang Benyamin Biang Kerok-nya yang Masuk Pengadilan

    Hanung tentang Benyamin Biang Kerok-nya yang Masuk Pengadilan

    9 hari lalu
  • Pengacara: Penyitaan Lahan Bogor Nirwana Residence Sah

    Pengacara: Penyitaan Lahan Bogor Nirwana Residence Sah

    19 hari lalu
  • Diperpanjang Tugasnya, KPPU Harap Komisioner Baru Segera Terpilih

    Diperpanjang Tugasnya, KPPU Harap Komisioner Baru Segera Terpilih

    34 hari lalu
  • Foto
  • Ini 4 Pelaku dan Barang Bukti Kasus Skimming ATM

    Ini 4 Pelaku dan Barang Bukti Kasus Skimming ATM

    17 jam lalu
  • Menikmati Keindahan Aneka Ragam    Kupu-kupu di Kebun Wisley

    Menikmati Keindahan Aneka Ragam Kupu-kupu di Kebun Wisley

    13 Januari 2018
  • Tersangka Penjarah Toko Baju di Depok Jalani Prarekonstruksi

    Tersangka Penjarah Toko Baju di Depok Jalani Prarekonstruksi

    9 Januari 2018
  • Video
  • Menkumham dan Menhan Ter   apkan Bela Negara untuk Warga Binaan

    Menkumham dan Menhan Terapkan Bela Negara untuk Warga Binaan

    3 hari lalu
  • KontraS Desak DPR Tunda RKUHP, Termasuk Pasal Penghinaan Presiden

    KontraS Desak DPR Tunda RKUHP, Termasuk Pasal Penghinaan Presiden

    53 hari lalu
  • Tingkatkan Kualitas Kurator, IKAPI Bekerjasama dengan Universitas

    Tingkatkan Kualitas Kurator, IKAPI Bekerjasama dengan Universitas

    30 Januari 2018
  • Petugas Sita 3 Ekor Buaya Muara yang Dijual Via Facebook

    Petugas Sita 3 Ekor Buaya Muara yang Dijual Via Facebook

    23 Januari 2018
  • terpopuler
  • 1

    David Tobing: Harusnya Garuda Mengakui Saja Ada Kelalaian

  • 2

    David Tobing: Garuda Mestinya Mengakui Saja Ada Kelalaian

  • Fokus
  • Menanti Gebrakan Gatot Nurmantyo Setelah Pensiun

    Menanti Gebrakan Gatot Nurmantyo Setelah Pensiun

  • Senjakala Hiburan Malam Nakal, Anies Baswedan Simpan Rencana Aksi

    Senjakala Hiburan Malam Nakal, Anies Baswedan Simpan Rencana Aksi

  • 27 Makarel Kaleng Bercacing,  Ketegasan Pemerintah Ditunggu

    27 Makarel Kaleng Bercacing, Ketegasan Pemerintah Ditunggu

  • Dilema Ojek Online, Dibutuhkan Sekaligus Diharamkan

    Dilema Ojek Online, Dibutuhkan Sekaligus Diharamkan

  • Terkini
  • David Tobing: Garuda Mestinya Mengakui Saja Ada Kelalaian

    David Tobing: Garuda Mestinya Mengakui Saja Ada Kelalaian

    6 jam lalu
  • David Tobing: Harusnya Garuda Mengakui Saja Ada Kelalaian

    Da vid Tobing: Harusnya Garuda Mengakui Saja Ada Kelalaian

    6 jam lalu
  • Setelah Setya Novanto Dituntut 16 Tahun Penjara dalam Kasus E-KTP

    Setelah Setya Novanto Dituntut 16 Tahun Penjara dalam Kasus E-KTP

    2 hari lalu
  • Kejaksaan Agung Tahan Dua Petinggi Bank Mandiri

    Kejaksaan Agung Tahan Dua Petinggi Bank Mandiri

    2 hari lalu
  • MAKI: Ada Kejanggalan dalam Penetapan Pembobolan Bank Mandiri

    MAKI: Ada Kejanggalan dalam Penetapan Pembobol an Bank Mandiri

    5 hari lalu
  • Menganggap Mereknya Ditiru, Hugo Boss Gugat Tiga Pengusaha Lokal

    Menganggap Mereknya Ditiru, Hugo Boss Gugat Tiga Pengusaha Lokal

    7 hari lalu
  • Menolak RKUHP Rasa Kolonial

    Menolak RKUHP Rasa Kolonial

    8 hari lalu
  • Pelajaran dari Hukuman Mati  Zaini Misrin

    Pelajaran dari Hukuman Mati Zaini Misrin

    9 hari lalu
  • Hanung  tentang Benyamin Biang Kerok-nya yang Masuk Pengadilan

    Hanung tentang Benyamin Biang Kerok-nya yang Masuk Pengadilan

    11 hari lalu
  • Hanung Tidak Tahu Benyamin Biang Kerok Digugat ke Pengadilan

    Hanung Tidak Tahu Benyamin Biang Kerok Digugat ke Pengadilan

    13 hari lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Pilpres 2019, Elektabilitas Gatot Nurmantyo oleh Indobarometer

    Menurut survei Indobarometer, popularitas Gatot Nurmantyo makin berkibar sejak ia tampil beda di aksi 2 Desember 2016.

    Sumber: Google News | Berita 24 Banten

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »