www.AlvinAdam.com

Berita 24 Banten

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kisah Relawan Mangrove di Bengkulu Menjaga Pulau Tikus dari ...

Posted by On 22.43

Kisah Relawan Mangrove di Bengkulu Menjaga Pulau Tikus dari ...

Koordinator Komunitas Mangrove Bengkulu Riki Rahmansyah saat menanam mangrove di salah satu pulau di BengkuluDok. Riki Rahmansyah Koordinator Komunitas Mangrove Bengkulu Riki Rahmansyah saat menanam mangrove di salah satu pulau di Bengkulu

BENGKULU, KOMPAS.com - Indonesia saat ini menghadapi ancaman tenggelamnya pulau-pulau kecil di wilayah perairannya akibat naiknya permukaan air laut sebagai dampak naiknya suhu bumi dan perubahan iklim.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2017 lalu menyebutkan sekitar 2.000 pulau di Indonesia menghadapi ancaman tenggelam akibat kenaikan permukaan air laut serta a brasi pantai.

Tidak terkecuali sejumlah pulau di Bengkulu. Sejumlah pulau sudah hilang dan lainnya mengalami masa kritis. Sebut saja pulau Bangkai dan Satu, yang kini tinggal cerita. Sementara pulau Tikus dan Enggano.

Hilangnya pulau tidak saja merugikan nelayan dan negara secara ekonomi, tetapi dampak yang lebih jauh yakni mengurangi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia dan memperkecil wilayah NKRI.

Baca juga : Abrasi, Efek Perubahan Iklim Ancaman Tersembunyi Kedaulatan NKRI

Tidak ingin abrasi dan kenaikan permukaan air laut menghilangkan lebih banyak pulau di Bengkulu, salah satu komunitas mangrove pun tergerak untuk melakukan aksi nyata.

Koordinator Komunitas Mangrove Bengkulu (KMB), Riki Rahmansyah dan beberapa rekan pemuda lainnya melakukan penanaman dan pembibitan mangrove di Pulau Tikus dan Pulau Enggano sejak setahun silam. Mangrove sendiri merupakan salah satu tanaman yang mampu menahan abrasi air laut di pantai.

Penanaman mangrove yang dilakukan Komunitas Peduli Mangrove di Pulau Tikus, BengkuluDOk. Komunitas Peduli Mangrove Penanaman mangrove yang dilakukan Komunitas Peduli Mangrove di Pulau Tikus, Bengkulu

"Penanaman ini dilakukan dengan teknik REM (Riley Encased Methodology) atau istilah lainnya penanaman dengan sistem bungkus," kata Riki kepada Kompas.com.

Secara teknis, penanaman teknik ini tidak dibarengi dengan pembibitan. Jadi, penanaman dilakukan dimana buah atau propagul bakau kerdil (Rhizophora Stylosa) ditanam langsung pada substrat yang sudah terpasang pipa PVC sebagai media pembungkusnya.

Baca juga : Pulau Tikus Diprediksi Hilang dalam 20 Tahun

Teknik REM ini dipakai karena lokasi penanaman bersubstrat karang dan berarus deras serta bergelombang tinggi.

Teknik ini sendiri diadopsi langsung dari kegiatan Mangrove.org di Aruba, Spoil Island Flori da. Penanaman mangrove di Pulau Tikus menjadi semi penelitian Komunitas Mangrove Bengkulu, karena sebelumnya tidak ada sejarah tanaman mangrove di pulau tersebut.

"Sebelum melakukan kegiatan ini kami sudah mengumpulkan referensi-referensi tentang mangrove yang dapat hidup pada substrat karang pasir dengan salinitas yang tinggi, salah satu menjadi referensi yaitu ekosistem mangrove di Pulau Enggano yang hidup pada substrat karang berpasir," tambahnya.

Riki dan komunitasnya berharap ke depan mangrove-mangrove yang mereka tanam dapat mejadi sabuk hijau untuk Pulau Tikus dan mencegah abrasi.

Baca juga : Pulau Tikus, Destinasi yang Sedang Hit di Bengkulu

Seperti diketahui Pulau Tikus awalnya memiliki daratan seluas 2 hektar namun karena abrasi luas pulau tersisa sekitar 0,66 hektar. Padahal, pulau ini saat ini sedang menjadi salah satu destinasi wisata yang sedang populer.

Riki dan komunitasnya sudah menanam sekitar 1.500 propagul bakau kerdil yang diambil dari Pulau Enggano. Sebanyak 1.500 propagul ini sendiri ditanam secara bertahap dimana sebagian propagul ditanam pada saat monitoring dengan cara penyulaman baby mangrove yang mati.

Untuk melihat perkembangan penanaman ini, dilakukan monitoring per 3 bulan. Kegiatan Riki dan komunitasnya ini mendapat dukungan dari Dompet Dhuafa dan Australia Global Alumni.

Ia berharap tak hanya dua lembaga itu saja yang peduli dengan keberlangsungan pulau Tikus, namun ia juga berharap pemerintah dapat peduli terhadap daerah rawan ancaman abrasi yang dapat merugikan kehidupan masyarakat.

Baca juga : Anto Si Pejuang Sunyi, Memungut Biji Bakau untuk Hijaukan Mangrove

"Kami bekerja semampunya, selebihnya peran pemerintah diminta untuk lebih serius," pungkas Riki.

Kompas TV Objek Wisata Hutan Mangrove di Brebes Jadi Primadona

Berita Terkait

Cegah Masuknya Pasukan Asing, TNI AL Gorontalo Tanam Mangrove

Hindari Serangan Buaya, Seorang Pria Sembunyi 20 Jam di Pohon Mangrove

Hutan Mangrove Ecomarine, Berdiri di Bekas Lahan Penuh Sampah di Muara Angke

Tekad Komunitas Mangrove "Me-mangrove-kan" Pesisir Jakarta

Hutan Mangrove Ecomarine, Oase di Sudut Kampung Nelayan Muara Angke

Terkini Lainnya

Gus Ipul: Kami Tak Manfaatkan Program Pemerintah untuk Kampanye

Gus Ipul: Kami Tak Manfaatkan Program Pemerintah unt uk Kampanye

Regional 02/05/2018, 12:40 WIB Jokowi Geleng-geleng Lihat Pertamina Hanya Eksplorasi Kecil-kecilan

Jokowi Geleng-geleng Lihat Pertamina Hanya Eksplorasi Kecil-kecilan

Nasional 02/05/2018, 12:33 WIB Denmark Ajak Pemerintah Indonesia dan KPK Ikut Konferensi Internasional Anti Korupsi

Denmark Ajak Pemerintah Indonesia dan KPK Ikut Konferensi Internasional Anti Korupsi

Nasional 02/05/2018, 12:32 WIB Sanksi Kerja Sosial Jadi Hukuman Alternatif dalam Draf RKUHP

Sanksi Kerja Sosial Jadi Hukuman Alternatif dalam D raf RKUHP

Nasional 02/05/2018, 12:21 WIB DKI Mau Bangun JPO Kekinian di Sudirman-Thamrin, Bagaimana Nasib JPO Pasar Minggu?

DKI Mau Bangun JPO Kekinian di Sudirman-Thamrin, Bagaimana Nasib JPO Pasar Minggu?

Megapolitan 02/05/2018, 12:20 WIB Iseng Lecehkan Wanita, Pria Beristri Ditangkap Polisi

Iseng Lecehkan Wanita, Pria Beristri Ditangkap Polisi

Regional 02/05/2018, 12:19 WIB Kemendagri Sebut 11 Juta Orang Belum Rekam e-KTP

Kemendagri Sebut 11 Juta Orang Belum Rekam e-KTP

Nasional 02/05/2018 , 12:08 WIB Profesor Australia Usia 104 Tahun Ingin ke Swiss untuk Akhiri Hidup

Profesor Australia Usia 104 Tahun Ingin ke Swiss untuk Akhiri Hidup

Internasional 02/05/2018, 12:05 WIB Kapolri: Asian Games Harus Jadi Pendingin di Tengah Situasi Politik Memanas

Kapolri: Asian Games Harus Jadi Pendingin di Tengah Situasi Politik Memanas

Nasional 02/05/2018, 11:57 WIB Polisi Masih Selidiki Dugaan Korupsi Ambrolnya Tembok Perimeter Selatan

Polisi Masih Selidiki Dugaan Korupsi Ambrolnya Tembok Perimeter Selatan

Megapolitan 02/05/2018, 11:53 WIB Dinas Bina Marga Klarifikasi Anggaran Rp 56 Miliar untuk Bangun 3 JPO

Dinas Bina Marga Klarifikasi Anggaran Rp 56 Miliar untuk Bangun 3 JPO

Megapolitan 02/05/2018, 11:48 WIB Kisah Relawan Mangrove di Bengkulu Menjaga Pulau Tikus dari Tenggelam

Kisah Relawan Mangrove di Bengkulu Menjaga Pulau Tikus dari Tenggelam

Regional 02/05/2018, 11:43 WIB KSPI Dukung Prabowo, Ketum PAN Anggap Buruh Memang Gerakan Politik

KSPI Dukung Prabowo, Ketum PAN Anggap Buruh Memang Gerakan Politik

Nasional 02/05/201 8, 11:38 WIB Terorisme hingga Copet dan Jambret, Ancaman Keamanan Asian Games 2018

Terorisme hingga Copet dan Jambret, Ancaman Keamanan Asian Games 2018

Nasional 02/05/2018, 11:37 WIB ASN Diingatkan Waspadai Kegiatan Ramadhan Bernuansa Politik

ASN Diingatkan Waspadai Kegiatan Ramadhan Bernuansa Politik

Nasional 02/05/2018, 11:33 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Bengkulu

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »